Tampilkan postingan dengan label Tukul Arwana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tukul Arwana. Tampilkan semua postingan
, , , , , ,

Cinlok = Cinta Lokasi

Rabu, 08 Juli 2009 0 komentar
Cinlok merupakan film Indonesia yang dirilis pada tahun 25 September 2008 yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto. Film ini dibintangi antara lain oleh Tora Sudiro, Luna Maya, Tukul Arwana, Ria Irawan, Yeyen Lidya, Yurike Prastika, dan Laila Sari.

Sinopsis
Stasiun tua yang unik dengan deretan kedai-kedai buat para pengunjungnya. Cundra (Tora Sudiro) seorang eksekutif muda dan Nayla (Luna Maya), manajer hotel, bertemu di salah satu kedai.

Cundra duluan yang membuka percakapan. Terungkap bahwa Nay sudah punya tunangan bernama Tyo (Tukul Arwana), seorang pengusaha. Begitu pula dengan Cundra. Nama tunangannya Tika (Ria Irawan), seorang disainer yang sedang naik daun. Kenyataannya adalah: mereka berdua berbohong tentang hidup mereka.

Setelah pertemuan itu, mereka berjanji untuk bertemu kembali dan kali ini mereka berdua harus memutar otak agar kebohongan mereka tidak terbongkar. Apakah mereka berhasil menutupi kebohongan mereka? Apakah Nayla dan Chundra akhirnya saling mencintai?



Baca selengkapnya »»
,

Tukul Arwana

Selasa, 16 Juni 2009 0 komentar
Tukul ArwanaTukul Riyanto, atau lebih dikenal dengan nama Tukul Arwana (lahir di Perbalan, Purwosari, Semarang, 16 Oktober 1963; umur 45 tahun) adalah seorang pelawak dan pembawa acara Indonesia. Tukul dikenal dengan acara Empat Mata yang dibawakannya. Selain menjadi pelaku hiburan, Tukul juga merintis usaha yang bergerak di bidang hiburan, yang bernama "Ojo Lali Entertainment".

Masa kecil
Sejak lahir, ia diberi nama Riyanto, bukan Tukul Riyanto seperti yang dikenal sekarang. Karena ia sering sakit, namanya ditambah kata "Tukul" menjadi Tukul Riyanto. Anehnya, setelah namanya diubah demikian, ia menjadi jarang sakit. Ia pun akhirnya akrab dipanggil Tukul. Di usia 5 bulan, Tukul yang sering sakit diasuh oleh tetangganya, Suwandi. Orang tua Tukul, Abdul Wahid dan Sutimah (alm.) yang memiliki empat orang anak rela menyerahkan Tukul, karena Suwandi sangat ingin menjadikan Tukul sebagai anak angkat....

Masa muda
Dengan bakat alaminya, Tukul muda sudah mulai melawak sejak kelas VI SD. Berbagai macam perlombaan lawak, mulai dari tingkat Kotamadya Semarang, Jawa Tengah, DKI, dan Jabotabek, serta tingkat nasional ia coba. Usahanya ini tidak sia-sia. Ia berhasil menjuarai berbagai perlombaan melawak. Setelah lulus SD, putra ketiga dari pasangan Abdul Wahid dan almarhumah Sutimah itu melanjutkan sekolahnya ke SMP Muhammadiyah Indraprasta. Namun, pada saat Tukul duduk di bangku kelas III, orang tua angkatnya, Suwandi mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, rumah yang selama itu ditempatinya harus dijual. Puncaknya, saat menuntut ilmu di SMA Ibu Kartini, Jalan Sultan Agung, Semarang, Tukul mulai kesulitan untuk membayar biaya sekolah. Tukul pun mulai mencari pekerjaan untuk membiayai sekolahnya.

Selepas SMA, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, selain melawak ia juga pernah bekerja sebagai sopir angkutan (jurusan Johar-Panggung di Semarang). Setelah dua tahun, Tukul berganti pekerjaan menjadi sopir truk gas elpiji di daerah Tanah Mas, Semarang Utara selama dua tahun, sebelum akhirnya kembali menjadi sopir angkutan. Setelah berganti-ganti pekerjaan, Tukul akhirnya memuntuskan untuk hijrah Jakarta atas ajakan temannya Joko Dewo dan Tony Rastafara sekitar tahun 1992. Selama beberapa tahun di Jakarta, nasibnya belum juga berubah.

Di kontrakannya yang terletak di bilangan Blok S Jakarta Selatan, Tukul banyak dibantu Joko Dewo dan Tony Rastafara untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam keadaan ekonomi yang belum berkecukupan, Tukul menikah dengan gadis berdarah Padang bernama Susi. Ia dikaruniai 2 orang anak perempuan dan laki laki. Perempuan bernama Novita Eka Afriana dan yang kecil bernama Wahyu Jovan Utama.

Setelah menikah, Tukul dan keluarganya tinggal di sebuah kontrakan di daerah Cipete Utara. Sampai akhirnya Tukul melamar kerja di Radio Humor SK dan bekerja di sana bersama rekan pelawak yang lain seperti Bagito, Patrio, Ulfa Dwiyanti, dan lain-lain. Sebelumnya, Tukul sempat menjadi sopir pribadi untuk menafkahi keluarganya.

Karir
Nasib mujur Tukul semakin membaik ketika ia diajak dalam produksi Lenong Rumpi oleh Ramon Tommybens. Titik balik karirnya pun mencuat ketika menjadi pendamping Joshua di video klip "Air" dengan iKon diobok-obok-nya sekitar tahun 1997.

Nama Tukul Arwana semakin melambung ketika dipercayai untuk menjadi pembawa acara acara musik "Aduhai" di TPI serta acara "Dangdut Ria" di Indosiar. Saat ini, namanya kian melesat ketika TV7 (kini Trans7) mempercayakannya menjadi pembawa acara talk show Empat Mata (Kini Bukan Empat Mata). Tukul juga baru saja menyelesaikan syuting film layar lebar pertamanya yang berjudul Otomatis Romantis. Dalam film yang disutradarai Guntur Soehardjanto ini, Tukul berperan sebagai suami Wulan Guritno dalam sebuah rumah tangga yang ada di ujung kehancuran.

Filmografi
"Otomatis Romantis" (2008)
"Cinlok" (2008)

Kilas balik
1979 - 1983: Juara lawak Semarang dan Jawa Tengah
1985: Pindah ke Jakarta
1995: Menikah dengan gadis berdarah Minang Susiana (Susi)
1995 - 2000: Menjadi penyiar radio Suara Kejayaan, gaji pertamanya Rp. 75.000,-
1997: Membintangi klip video Joshua
1997: Putri Tukul, Novita Eka Afriana (Vita) lahir
1998: Berkenalan dengan Srimulat
2006 - sekarang: Pembawa acara Empat Mata di stasiun televisi Trans7

Trivia
Nama "Arwana" diberikan oleh rekannya, Tony Rastafara agar Tukul bisa menjadi orang kaya, karena ikan arwana banyak dipelihara orang kaya.
Jika sedang menangis, Tukul akan terdiam ketika digendong oleh tetangganya, Suwandi. Akhirnya, ia pun diangkat menjadi anak oleh tetangganya itu.
Saat melamar menjadi sopir pribadi, Tukul tidak begitu mengerti tentang jalan-jalan di Kota Jakarta.
Tukul sempat muncul sebagai bintang tamu dalam program religi Cafe Soleh (Hikmah Fajar, RCTI) bersama Ustad Jeffry pada 14 Januari 2005.
Baca selengkapnya »»